Ikan Cakalang – Taksonomi, Morfologi, Populasi, Budidaya, Gizi & Faedah


Banyak orang menilai jikalau ikan cakalang, tongkol dan tuna yakni spesies ikan yang serupa dengan sebutan berlainan. Namun faktanya, ikan-ikan tersebut ialah spesies dari marga berlawanan meskipun berasal dari keluarga sama, adalah Scombridae.





Ikan cakalang adalah salah satu jenis ikan yang menjadi buruan nelayan guna konsumsi penduduk . Cakalang lazimnya berukuran cukup besar dengan daging tebal dan banyak.





Di Indonesia, ikan ini memiliki banyak nama, seperti ikan tongkol putih. Selain itu, ada pula yang menyebutnya selaku kausa, cakang, cakalan, kamboko, karamojo, dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris, cakalang disebut dengan nama skipjack tuna.






Taksonomi





Cakalang ialah satu-satunya spesies dari genus Katsuwonus dengan penjabaran sebagai berikut:





KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoPerciformes
FamiliSkombride
GenusKatsuwonus
SpesiesKatsuwonus pelamis




Ciri & Morfologi





Pertumbuhan rata-rata cakalang sekitar 60 cm. Akan tetapi, pernah ditemukan ikan cakalang dengan ukuran lebih besar, ialah dengan panjan mencapai 1 m dan berat lebih dari 18 kg. Namun sebagian besar cakalang yang tertangkap oleh nelayan berskala sekitar 50 cm, sehingga ikan ini masuk dalam kalangan ikan berskala sedang.





ciri ikan cakalang




Ikan cakalang tubuhnya memanjang dan membulat, sehingga ikan ini memiliki daging tebal. Cakalang memiliki 5 buah sirip, yakni sirip dada, sirip perut, 2 buah sirip punggung, dan sirip dubur.





Sirip dadanya berukuran pendek dengan 26 hingga 27 jari-jari dengan tekstur lunak. Sementara sirip perutnya mempunyai 2 lipatan kulit. Terdapat 2 sirip punggung dengan jumlah 14 hingga 16 jari-jari bertekstur tajam pada sirip pertama. Sementara sirip punggung kedua terdiri dari 14 sampai 15 jari-jari dengan tekstur lunak.





Secara lazim, warna cakalang yaitu bubuk-bubuk keperakan. Namun ada sedikit perbedaan warna pada setiap bagian tubuhnya. Pada bab perut dan bab bawah tubuhnya berwarna keperakan.





Terdapat garis-garis berwarna hitam yang memanjang sampai ke samping tubuh, jumlahnya sekitar 4 hingga 6 garis. Sementara bab punggung cakalang berwarna biru keunguan, bahkan ada yang lebih gelap lagi. Ikan cakalang tidak mempunyai sisik, kecuali di bagian perut dan bab gurat segi.





Habitat dan Sebaran





Cakalang ialah ikan perenang cepat di laut zona pelagik. Habitat ikan ini berada di laut tropis dan subtropis di Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan Samudra Atlantik, serta tidak didapatkan di utara Laut Tengah. Ikan ini hidup secara bergerombol dalam kawanan besar, bahkan hingga 50 ribu ekor.





Populasi Cakalang





cakalang kebanyakan hidup di laut tropis dan subtropis. Misalnya di Samudra Hindia, Damudra Atlantik, dan Samudra Pasifik. Ikan ini dikenal sebagai perenang yang cepat, terutama di area lautan yang tidak terlampau erat dengan dasar laut. Cakalang hidup secara bergerombol dan bergerak bersama kawanannya. Dalam 1 kawanan bahkan jumlahnya mampu meraih 50.000 ekor.





Makanan Ikan Cakalang





Ikan cakalang bertahan hidup dengan mengonsumsi ikan lain yang ukurannya lebih kecil. Selain itu, perenang cepat ini juga mengonsumsi moluska, seperti kerang-kerangan dan siput, krustasea atau udang-udangan, serta cephalopoda seperti cumi-cumi dan sotong.





Cakalang juga menjadi mangsa bagi ikan yang berskala lebih besar di zona laut yang serupa. Oleh alasannya ukurannya yang lumayan besar, cakalang juga menjadi mangsa hiu.





Budidaya Cakalang





Seperti ikan tuna, cakalang juga sangat populer selaku hidangan kuliner. Misalnya di Jepang, cakalang yang disebut selaku katsuo ini diolah menjadi katsuobushi yang ialah bahan utama kaldu ikan untuk aneka macam bumbu masakan Jepang.





Di Indonesia, cakalang banyak terdapat di perairan Manado dan Maluku. Aneka kuliner dari kedua kawasan banyak yang berasal olahan ikan cakalang. Contohnya ialah rica-rica, sampai dioleh menjadi sambal dan abon. Salah satu menu paling khas yakni cakalang asap yang umum disebut cakalang fufu.





cakalang fufu




Oleh karena ialah menjadi jenis ikan dengan nilai komersial tinggi, maka ikan cakalang juga banyak dibudidayakan. Bahkan cakalang juga menjadi salah satu ikan sumber devisa bagi Indonesia.





Selain rasanya yang enak, kandungan omega 3 dan protein yang kaya di pada dagingnya menyebabkan ikan ini sungguh disenangi negara tujuan ekspor. Peminat ikan kebanyakan berasal dari kelompok menengah ke atas.





Manfaat Cakalang





Cakalang mempunyai kandungan gizi tinggi, sehingga sungguh berfaedah bagi kesehatan tubuh, yakni:





1. Mencegah Anemia





Kandungan vitamin B12 di dalam cakalang dapat menolong untuk mencegah gejala anemia, seperti rasa letih yang ekstrem, otot menjadi lemah, dan pandangan terganggu.





2. Menjaga Kesehatan Jantung





Cakalang kaya akan DHA, omega 3 dan EPA. Unsur tersebut yaitu nutrisi yang biasanya terdapat pada perhiasan dengan kandungan trigliserida. Fungsinya ialah untuk membantu meminimalisir risiko penyakit jantung.





3. Menyeimbangkan Kadar Gula Darah





Asam lemak omega 3 dan karbohidrat sangat bagus untuk mempertahankan dan menyeimbangkan kadar gula di dalam darah. Cakalang juga memiliki kedua nutrisi tersebut, sehingga sangat baik untuk mengonsumsi ikan cakalang apabila ingin menyeimbangkan kadar gula di dalam darah.





4. Mencegah Demensia





Omega 3 juga berfungsi mengatasi peradangan pada tingkat sel, sehingga sangat baik untuk menurunkan risiko terkena gangguan demensia. Cakalang sungguh disarankan untuk dikonsumsi pasien yang mengalami cedera otak atau stroke.





5. Kaya Protein





Seperti halnya ikan tuna, cakalang ialah sumber protein yang lengkap. Protein lengkap sangat bagus untuk menjaga jaringan di dalam tubuh, membentuk hormon, kolagen, enzim, dan antibodi yang baik bagi tubuh.


Comments

Popular posts from this blog

10++ Rumah Budpekerti Bali – Sejarah, Makna, Filosofi, Gambar & Penjelasan

Tata Cara Berita Penatausahaan Hasil Hutan (Sipuhh) & Penerapan